Saturday, October 26, 2013

Pohon Cinta


Perpaduan warna alami
Dalam satu bagian
Menyaring segala yang kotor
Mengeluarkan yang bersih
Tempat para aves mendirikan rumah
Tempat mahluk hidup berteduh
Saat hujan dan teriknya sang surya menerpa
Ia tidak pernah meronta kesakitan saat bagian tubuhnya terjatuh
Ia selalu bertumbuh dan bertumbuh
Selayaknya manusia yang terus bertumbuh
Ia tidak pernah merasa kehilangan
Saat daunnya terjatuh
Bahkan daun yang terjatuh tidak pernah menyalahkan angin
Cinta itu sama seperti pohon
Bersatu dalam banyaknya warna
Menyaring hal negative dan memberi hal positive
Tempat dimana kepercayaan antar pasangan didirikan
Tempat dimana ada ruang untuk saling mengerti dan memahami
Ia rela berkorban dan selalu bertumbuh seiring berjalannya waktu
Tapi apakah ia tidak pernah merasa kehilangan saat pasangannya pergi?
Atau apakah ia tidak pernah menyalahkan orang lain atau diri sendiri
saat pasangannya pergi?
Hanya sebuah perasaan yang dapat menjawabnya
Pohon cinta dihatimu
Akan terus bertumbuh
Seiring kau memberinya
Perhatian, kasih sayang, dan cinta yang tulus
Pohon cinta diantara kita
Takkan pernah kehabisan daunnya
Seiring kau membiarkannya bertumbuh dan
menunggunya dengan sabar
Cinta yang tulus
Seperti pohon yang subur
Seperti pohon yang berbuah lebat
Bukan karena nafsu
Melainkan ketulusan hati
dan...
Biarlah pohon cintaku berdiri kokoh dihatimu
Biarlah pohon cintaku brtumbuh dihatimu
Biarlah pohon cintaku berbuah lebat dihatimu
Karena cinta indah pada waktunya

Written and idea By:
Angelita Abri Berliani KY

Monday, October 7, 2013

Liontin Yang Pudar


Gue benci sama cowok PHP kaya dia” ujar Olive sanbil menangis
“Udah Live, ngapain juga lo nangisin cowok kaya Aldo? mending lo tenangin diri deh” kata Dhea mencoba menasehatiku
“Lo bisa bayangin gak sih Dhe? kataku sambil menghapus air mata
“Liv, banyak cowok lain di dunia ini selain Aldo!” kata Dhea gak mau kalah
“Makasih Dhe, lo dah mau ada buat gue” kataku sambil tersenyum
“Gitu baru namanya Olive yang gue kenal”
“Hehehehe” jawabku sambil tersenyum
***

“Do, dipanggil tuh sama Rosa pacarmu” teriak Hevy teman sekelasku
Gue langsung aja memalingkan muka gue kearah Rosa, dan dia tersenyum, gue bales senyuman itu.
Rosa, gue, dan Dhea sahabatan sejak kelas SMP kelas VIII, tapi gue udah gak terlalu deket sama Rosa. Mungkin gara-gara sakit hati gue karna gue gak nyangka Rosa sahabat gue bisa suka bahkan pacaran sama Aldo orang yang gue cintai.
“Do, kapan lo tau kalau gue sebenarnya suka sama lo?” batin gue bertanya penuh kesedihan
“Liv, Olive lo gak kenapa- napa kan? ujar Dhea membuyarkan lamunanku
“Enggak kok Dhe, gue gak papa” jawabku singkat sambil memperhatikan Aldo dan Rosa
“Eh Liv, by the way lo suka kan ma Aldo?” tanya Dhea yang tiba-tiba menebak
“Kata siapa gue suka sama Aldo!” jawabku seolah- olah tak suka dengan  Aldo
“Gue bisa comblangin lo kok Liv” goda Dhea dengan senyuman
“Nggak perlu” jawabku singkat
“Ya udah, makasih ya say” ujar Aldo kepada Rosa sambil membawa tupperwareberisi makanan lengkap dengan botol air minumnya
“Sama- sama say” jawab Rosa yang kemudian meninggalkan Aldo
“Hummffh, sabar ya Liv” ujarku dalam hati
Sejak saat itu aku mencoba untuk move on2  dari Aldo karna gue tau kalau Aldo gak bakal suka sama cewek yang gak seperfect Rosa.
***
“Liv,  kita latihan buat competiton dance antar sekolah kapan?” tanya Rosa sembari menggandeng tangan gue
“Gue sih selalu stand by, tapi gak tau sama si Dhea lho”
“Yang penting kita kasi tau Dhea aja” kata  Rosa
“Lha itu si Dhea” kataku sembari teriak memanggil Dhea
“Dhe, inget ya kita ada latihan dance bareng  Olive buat Competition Dance” kata Rosa
“Oke, gue sih stand by aja. Ya udah gue mau pulang dulu ya dah ditunggu nih, bye” jawab Dhea yang kemudian pergi meninggalkan kami
“Olive gue mau pulang dulu ya, dah ditunggu sama Aldo. Ya udah makasih Liv, bya” ata Rosa yang membuat gue mau nangis
“Ya udah see you tomorrow Sa” jawabku dengan seulas senyuman
            ***
Seminggu setelah gue dan teman- teman menangin lomba dance itu, gue denger kalau Aldo dan Rosa putus. Sejak saat itu gue jadi deket banget sama Aldo, dan akhirnya my dream come true3
Aldo cowok idaman nembak gue
“Liv, lo mau gak jadi pacar gue? tanya Aldo
“Tapi Rosa?” tanyaku basa- basi
“Hmm, gue udah putus sama Rosa seminggu yang lalu” jawab Aldo
“Kalau gitu gue mau jadi pacar lo Do” jawabku sambil tersenyum bahagia
“Gue akan selalu ada buat lo Liv, karna lo satu-satunya orang yang ada dihati gue” kata Aldo sambil mengacungkan jari kelingking sebagai tanda janji dan memberi sebuah Liontin yang bertuliskan Aldo love Rosa
“Makasih Do” ucapku pada Aldo                    
***
Waktu terus bergulir begitu cepat. Tak terasa hari ini Rosa ulang tahun. Gue mau ngucapin selamat ulang tahun ke Rosa yang ada di taman sekolah, tapi saat itu juga gue lihat Aldo sama Rosa berdua di taman
“Happy Birthday Rosa” (sambil menutup mata Rosa)
“Siapa ya” tanya Rosa kebingungan sambil meraba- raba tangan yang menutup mata Rosa
“Hayo, tebak siapa” jawab Aldo
“Aldo bukan?” jawab Rosa””
“Ini gue punya sesuatu buat lo Sa” (sambil mengeluarkan cincin dan memberi kecupan mesra dikening Rosa”
“Al,, Aldo” teriakanku langsung memberhentikan perbincangan mereka
Gue lari kearah parkiran sepeda dan duduk termenung didekat pohon sambil menangis
“Olive, lo kenapa nangis?”
Gue benci samacowok PHP kaya dia” ujarku sambil menangis
Perbincangan antara gue dan Dhea pun terjadi, dari kejauhan gue lihat Aldo lari ke tempat gue dan dhea duduk
“Liv, dengerin penjelasan gue” kata Aldo
“Gak ada yang perlu dijelasin” jawabku singkat
“Liv, gue gak ada maksud buat nyakitin lo. Gue masih ada rasa sama Rosa tapi gue lebih sayang sama lo” kata Aldo berusaha menjelaskan
“Do, gue emang suka sama lo, tapi gak kaya gini juga lo mainin perasaan gue” ucapku sambil menarik nafas, dan air mataku jatuh juga
“Liv, gue sayang lo, makasih udah ngajarin gue arti cinta yang sesungguhnya  Liv
(sambil setengah berdiri)
“Olive Priscilla Angelita, lo mau gak jadi pacar gue dan maafin gue?”
“Gue dah maafin lo sebelum lo minta maaf sama gue” jawabku singkat
“Lo mau kan jadi pacar gue Liv?”
“Maaf Do, gue gak bisa”
“Kenapa Liv?”
“Karna sekarang gue tau arti cinta yang sesungguhnya. Cinta itu gak harus memiliki, cinta itu harus rela ngeeliat orang yang disayanginya pergi ninggalin kita” jawabku
“Gue rela ngeliat lo sama Rosa dan gue mau lo ngelakuin satu hal yang buat gue bahagia Do” ucapku sambil mencoba tersenyum
“Apa Liv, asal lo bahagia gue mau ngelakuinnya” jawab Aldo
“Lo balikan ya sama Rosa, gue gak mau persahabatan gue, Rosa, Dhea hancur Cuma gara- gara cowok”
“Liv gue bisa balikan sama Rosa tapi lo jangan pernah nangis lagi dan lo harus tetep semangat. Gue ngelakuin ini semua demi lo Liv
“Okay gue siap ngelakuinnya” ucapku sambil tersenyum pada Aldo
“Liv, thanks banget ya dah mau ada dalam hati gue walupun itu semua gak lama. Gue akan selalu sayang  sama lo Liv” kata Aldo sambil memeluk gue.





                       
      By: Angelita Abri Berliani KY