Tuesday, February 9, 2016

Thank You God

Hi guys! Today i wanna share something yang mungkin bisa memotivasi kalian untuk hidup lebih bersyukur pada Tuhan. A lot of things had change my life, apalgi waktu i had a Praktek Kerja Lapangan (PKL) di sebuah desa yang well agak terpencil. The first time i arrived there i saw penduduknya yang bener-bener friendly even mereka menyambut kita dengan penyambutan yangsederhana but it was really touchable. Honestly this is my first experience terjun langsung ke sebuah desa an have an interaction with the native, dan disana aku melihat secara langsung bahwa kesenjangan sosial antara masyarakat kalangan atas dengan masyarakat kalangan bawah itu memang ada.

Disana aku jarang banget nemuin jalan aspal, jarang banget liat masyarakatnya pakai baju yang layak pakai. jarang banget liat ada motor cuz most of them only have bicycle, aku malah gak liat springbed karna disana yang ada hanya kasur tipis, tampang anak-anak yang innocent disana bener-bener buat aku pengen nangis, perjuangan mereka harus ikutin jalan naik yang bener-bener buat capek hanya demi ke sekolah, air yang ada terbatas dan banyak hal lain yang gak pernah aku liat di perkotaan tapi aku liat di desa ini, mereka hidup mengandalkan alam. Mungkin secara materi mereka gak terlalu kaya, tapi hati mereka bener-bener kaya akan kasih sayang dan one thing that u have to know is alam disana itu really warm and friendly it's all bener-bene masih pure, contohnya aja kaya air sungai yang jernihnya asli, pepohonan hijau dikanan dan kiri jalan, serta sawah yang terbentang luas. I was really enjoying my one night there.

PKL yang aku jalani memang cuma sehari sih tapi aku belajar banyak hal dari sana, aku belajar untuk lebih menghargai hidup, i learn how to hidup dengan kesederhanaan and i learn how to share. The first of February being really kind to me and really unforgettable month. I was really thanksful to God yang sudah ngajarin aku untuk melihat bagaimana orang diluar sana survive. Aku bersyukur bisa sekolah, aku bersyukur banget aku dikasi fasilitas yang lengkap, aku bersyukur bisa tidur di kasur yang empuk, aku bersyukur bisa makan 3x sehari dan aku bersyukur buat hidup yang Tuhan kasi ke aku. Deep in my heart i was very thankful bisa mengenal masyarakat SG yang mengajariku banyak hal, aku terimkasih banget buat Ibu Kus yang mau merawat aku selama aku di SG, thank you for the best 1 night ever i'll never forget it.

Now i realized betapa gak bersyukurnya aku, betapa aku suka make a comparation dan betapa egoisnya aku. Dulu aku suka banget bilang "Tuhan kenapa sih aku gak lahir dari keluarga yang kaya? kenapa aku gak bisa sekolah di International school?, kenapa aku gak punya badan yang sebagus Anna, Inka, Sizzy, Jessia, Vanya dan temen-temenku yang lainnya?, kenapa dan kenapa??" kata-kata kaya gitu will never keluar from my mouth again, they have teach me how to say Thank God for everything You gave to me :) really nice to know you guys! i wish i could see you again in another time








Sunday, February 7, 2016

Take Action

Mau nulis dari kemarin tapi ngerasain males aja, dan hari ini bener-benerlagi ada mood buat nulis. jadi sebelum aku lupa aku mau nge-blog dulu.  Happy very belated new year yaa all, wishnya di next post aja ya karna kali ini aku mau ngebahas tentang banyak hal yang aku alami selama well almost 2 minggu, di post kali ini aku pakai Bahasa Indonesia tapi maaf deh kalau Bahasa Indonesianya kacau balau dan tidak menggunakan Bahasa Indonesia yag formal karna honestly Bahasa Indonesia itu lebih susah daripada Bahasa Inggris.

Waktu akhir Januari itu aku sempet apply sebuah program yang namanya IYD, u dont need to know kepanjangannya apa yang jelas itu sebuah program yang pengen banget aku ikutin, ya namanya juga orang kalau mau ikut sesuatu yang menurut dia worthy banget kan pasti dia bakal ngelakuin segala cara supaya bisa meraih hal itu, so it just the same like what i did tapi..................... setelah pengumuman aku sumpah sedihnya bukan main karna aku ga lolos automatically  pengen nangis tapi ga bisa pengen teriak tapi alay so aku cuma bisa diem aja seharian, ga mood ngelakuin apa-apa. Nah itu hal pertama yang buat aku kecewa samapi aku mikir gimana ya caranya biar lolos seleksi karna menurutku form yang aku kirim itu udah bener-bener aku kerjain serius dan menurutku itu udah sesuai dengan tema then the last thing yang bisa aku lakuin cuma mengambil hikmah bahwa mungkin saat ini bukan waktu yang tepat untuk aku ngikutin acara kaya gini. Bersamaan di akhir January aku sempet apply lomba karya tulis ilmiah remaja di salah satu universitas but........... di tanggal 5 January aku dapet email dari pelaksana lomba bahwa aku dan teman-teman gak lolos dan kami merasa kecewa karna bener-bener out of what we expected. Bingung mau ngapain lagi karna aku ngerasa gagal di dua hal yang bener-bener worthy banget buat aku. Sama kaya di kasus IYD aku dan teman-teman cuma bisa saling support satu sama lain dan bilang mungkin ini bukan saatnya kita untuk maju, mungkin lain waktu kita bisa lolos.

Dari da kejadian diatas itu sempet buat aku low mood tapi sebisa mungkin tetep balance. Setelah kurang lebih seminggu i try untuk semangat lagi dan mengambil sebuah lesson dari dua kejadian diatas, ya ini sebenarnya bukan pure kata-kata aku cuma ya berdasarkan pengalaman yang sudah aku alami so aku cuma mau bilang "orang itu kalau mau sukses harus berani take action walaupun dia tahu resiko dari take action bisa gagal tapi dari kegagalan tersebut dia akan tahu penyebabnya dan akan belajar dari situ" contohnya aja Albert Einstein yang 99 kali gagal out of 100 tapi akhirnya dia bisa jadi orang sukses karna sebenarnya SUKSES itu merupakan ukuran sebuah KEGAGALAN dan kegagalan merupakan KESUKSESAN yang tertunda, so keep on moving and never give up!.