Remember when I said
that Indonesia needs sex education badly? Well, today I’m going to sharing
about emergency contraceptive.
Previously I had done a small interview with some random friend and the result is 14 out of 20 friends with the age between 18-25 years old age do not know what the emergency contraception is :(
Okay, now we get into the topic of our conversation
Jadi, a contraceptive emergency commonly known as Plan B or Morning After Pills. Sesuai
namanya, alat kontrasepsi ini hanya digunakan ketika keadaan darurat. Apasih keadaan
darurat itu? Keadaan Darurat memang
kemungkinannya sangat kecil tapi tetap ada, nah contohnya kontrasepsi yang
digunakan gagal (kondom rusak/bocor or maybe IUD lepas) atau ketika ejakulasi
secara tidak sengaja didalam vagina atau berhubungan sex tanpa kontrasepsi.
Untuk mengingatkan lagi, emergency kontrasepsi ini idak digunakan secara rutin,
jadi hanya digunakan ketika benar-benar dalam keadaan darurat.
Penting ga sih pakai
emergency contraceptive ini? Nah, karna aku Pro-Life jadi buat aku ini penting
daripada harus aborsi karena unwanted pregnancy unless kalian memang sudah siap
punya anak dan menginkan anak. Emergency contraceptive ini last resort untuk
mencegah terjadinya pembuahan yang berakibat pada kehamilan. Fungsinya apa?
Fungsinya adalah untuk mengundur waktu dilepaskannya sel telur dari ovarium,
dan membuat sel telur tidak menempel di dinding rahim (yang kemudian berkembang
menjadi zigot, lalu janin)
Menurut beberapa sumber, kontrasepsi darurat
mengandung hormone Levonogestrel yang
berfungsi mencegah terjadinya ovulasi. Hormone ini juga bisa membuat perubahan
terhadap dinding rahim yang ada di serviks, sehingga membuat sel sperma lebih
susah masuk ke rahim dan membuat telur yang sudah dibuahi lebih susah untuk
menempel ke dinding rahim.
Lalu, bagaimana cara mengonsumsi Morning After
Pills?
Setahu aku dari info yang aku dapat, Morning After Pills sangat dianjurkan
untuk dikonsumsi tidak lebih dari 72 jam (3 hari) setelah berhubungan sex,
bahkan it would be better to consume it less than 48 hours after doing sex.
Why? Karena semakin lama dikonsumsi setalah berhubungan seks tanpa protector
maka semakin menurun juga efektivitasnya.
Dimana bisa membeli Morning After pills?
Seharusnya, bisa dibeli di apotek terdekat. Karena, based on my experience ketika
aku di Bali dan aku iseng tanya di salah
satu apotek mereka dengan gampang memberi beberapa pilihan xD. Morning After
Pills ini tidak membutuhkan prescription dari dokter, tapi entahlah masih
banyak apotek yang meminta surat dokter dan tidak dipajang di etalase. Miris
kan L
padahal metode kontrasepsi ini bisa menurunkan tingkat aborsi karena unwanted
pregnancy eh malah dibata-batasi (I’m so speechless).
Apa saja efek samping
dari Morning After Pills? Yang paling sering itu mual, muntah, diare dan kram
perut bahkan kadang bisa menunda menstruasi bisa juga membuat menstruasi lebih
cepat (dalam siklus setelah mengonsumsi Plan B)
Berapa sih harga
Morning After Pills? Take it cool, Morning After Pills is not as expensive as
abortion pills ;) Harga normalnya 45.000 – 60.000 tapi terkadang ada yang jual
lebih dari 100.000, tergantung kalian beli dimana sih biasanya.
Nah, aku percaya postingan aku kali ini agak sedikit
kontroversial because first aku baru berumur 18 tahun dan I’m sure most of you
wondering aku tahu hal-hal begini darimana or maybe most of you bahkan ngejudge
I’m bitchy or whatever but dude, wake up. Ada banyak buku yang mengajarkan
tentang sex edukasi (biasanya versi English lebih lengkap, well aku belum
pernah baca yang versi Indonesia sih wkwk), karena sex edukasi buat aku itu
very important. You’ll know how your body work so it is definetly not a taboo
things and tidak membuat kalian jadi dosa ketika kalian mempelajarinya
Second, pasti banyak yang berdalih kalau dengan adanya Morning After Pills bisa
bikin kita seenaknya berhubungan sexual, tapi to be honest aja toh manfaat
kedepan jauh lebih besar daripada sekedar masalah moral ;) lagipula Indonesia
masih memiliki banyak masalah dari sekedar masalah-masalah moral yang buat aku
is not a big deal.
Dengan adanya Morning
After Pills, banyak pihak yang bisa mencegah agar tidak harus menanggung
sakitnya abortion. Because abortion is not the last resort to stop unwanted
pregnancy :)