Sunday, April 14, 2013

Brownies Cinta Tiramizu


            Bel sekolah pun berbunyi, tanda untuk pulang. Gadis berambut pirang sebahu yang bernama Stefany atau akrab dipanggil Fany membereskan tasnya bergegas pulang. Dengan wajah lesu dan kusut Ia bermalas-malasan untuk keluar dari pintu gerbang sekolah, batinya “I’m so so hungry now” berlogat Inggris kental, karena Ia blasteran Indonesia-Inggris. Akhirnya Ia memutuskan untuk pergi ke Breadtalk bersama Pak Tarno supir pribadinya.
            Sesampainya di Breadtalk, Stefany bingung untuk memilah cake apa yang akan Dia beli, berhubung Dia suka makan Brownies, akhirnya Ia memilih untuk membeli brownies, tapi Ia bingung karena banyak brownies yang terlihat enak. Ditengah kebingungan itu, ada seorang laki-laki bertumbuh tinggi menawarinya (sambil menepuk pundak Stefany)
“Mau coba brownies tiramisu gak?” Tanya lelaki itu
“Boleh juga” jawab Stefany dengan wajah gembira
Mereka berdua duduk saling berhadapan
“Thank’s for your cake, o iya kita belum kenalan (sambil berjabat tangan) aku Stefany panggil     aja Fany
“Aku William, nice to meet you” jawab lelaji itu, “enak kan browniesnya?” tanya William seraya memberikan senyuman
“Of course, it’s so so delicious, thank you very much” jawab Stefany
“Okay welcome” jawab William
“(sambil melihat jam tangannya) aku pulang dulu ya kata Fany”
“Be careful, see you again” kata William”
Dua Tahun kemudian
Stefany dan sahabatnya Helan dan Ray berkunjung ke Breadtalk
“Fany, rainbow cake 1 ya” kata Helen
“Aku juga Fan” kata Ray
   (sambil berjalan menuju ketempat pemesanan)
“Mbak rainbow cake 2, brownies tiramizunya 1 ya” kata Fany
“Tunggu sebentar ya Mbak”
            Sembari menunggu, tiba-tiba saja Ray bertanya pada Fany
“Fan, kenapa sih tiap kita makan di Breadtalk kamu pesen brownies tiramisu? Tanya Helen dengan          wajah penasaran
“Ahh, gak papa kok” jawab Fany singkat
Obrolan mereka berhenti sejenak karena pesanan cake mereka sudah datang
“Makan duku cakenya” kata Fany dengan maksud mengalihkan pembicaraan
“Ntar dulu, kita akan belum selesai ngomongnya” jawab Helen
“Kamu gak usah boong deh Fan, cerita aja” kata Ray berharap Fany akan menceritakan     pengalamannya
Stefany kini tenggelam dalam lamunan indahnya dua tahun lalu. Seorang laki-laki berwajah melankolis dan ramah, menawarkan Ia brownies tiramisu yang enak
“Kemana Dia sekarang?” Tanya Fany dalam hatinya
Ada kerinduan mendalam akan pertemuanya denagn William
….Mimpi menjadi nyata
            Seorang pria denagn tatapan melankolis mengagetkan lamuna Stefany
“Hi Fany how are you what you doing here? Tanya William sambil memberi senyuman khasnya
            Sementara itu tema-teman Fany terlihat bingung karena mereka mersaa tidak pernah melihat William sebelumnya.
         “Are you William? I’ fine thank’s. Ummm I want eat a brownies tiramisu and I remember you” jawab Stefany dengan senyuman
“        "Wow, so you like this brownies?” Tanya William
         “Of course, how are you William?” Tanya Fany
“O         "I’m fine. I will ask you something it’s important you know?” Tanya William serius
“O           okay, what you will ask to me?” Tanya Fany
“Event I eat this brownies I remember your beautiful face. Than since I meet you I feel I falling in           love with you. I love you Fany, do you love me?” Tanya William santai
“Yes, I love you too William” jawab Fany sambil pipinya bersemu merah
“Eh, bahasa Indonesia dong!!!!!!! Aku gak ngerti!!!!”
“Iya sok cool banget sih” jawab Ray yang terlihat kikuk dari tadi tidak mengerti apa yang dibicrakan
“Bahasa Indonesia please (sambil teriak)” kata Ray dan Helen kompak
“Yeeee, salah sendiri gak ngerti dan gak tau” jawab Fany dan William disertai tawa bahagia mereka

By : angelberliani.blogspot.com
       anisapramesti6.blogspot.com
       gitaswift.blogspot.com
    


No comments:

Post a Comment