Hari- hari ini terasa begitu melelahkan sekaligus begitu menyenangkan buat aku. Aku yang kebiasaan sekolah naik motor pribadi, sekarang harus naik Trans Jogja. Aku yang kebiasaan bangun agak siang sekarang harus bangun benar-benar pagi. Jujur, ini terasa begitu berat buat aku. Tapi karna ini keputusan aku jadi aku harus bisa menerima segala kemungkinan dan segala resiko yang ada. Like what i said before "Every Decision Have A Risk", di post aku yang sebelumnya aku membahas tentang penyesalan yang terjadi, tapi setelah aku pikir-pikir lagi ternyata hal yang aku lakukan selama ini cuma buang-buang waktu ku saja. Memang sih menyesal itu baik, tapi penyeslan juga gak harus berlarut-larut, "Life Must Go On".
Sekarang aku sadar, aku telah melakukan kesalahan terbesar bagi diriku sendiri. Banyak yang nilai kalau aku orangnya terlalu gengsi, agak sombong, cerewet, suka ngebantah, dan lain-lain. Setelah penilaian demi penilaian datang aku baru sadar bahwa apa yang aku lakukan selama ini itu salah. Mungkin setelah dipikir ulang, apa yang Opa katakan itu bener juga sih "I'm to much pay attention with outside world than with my self'", dan itu menjadi salah satu penyebab kenapa nilai aku bener-bener jatuh, dan kenapa belakangan ini aku sering dimarah. Setelah curhat ke guru BK, dan ke keluarga, aku jadi dapet banyak pelajaran yang begitu berharga. Bahkan aku juga dapet banyak kata-kata yang buat aku termotivasi.
Yes, that is true. I try to act and to be like an Angel, padahal aku tau kalau aku gak bisa jadi kaya Malaikat, Im just a human being like others. Kata-kata itu udah sering aku denger dari Opa, mungkin setelah puluhan kali kata itu terucap aku baru sadar arti nya. "Remember the iceberg" itu juga kata yang gak buat telinga aku, yang artinya "kita hanya melihat apa yang terlihat dari luar, padahal banyak sesuatu yang enggak kita lihat di dalam". Aku mulai belajar untuk menjadi lebih dewasa dari yang sebelumnya, tapi.. kok kayaknya susah sih? kadang-kadang aku sempat berpikiran untuk nyerah aja lah, tapi aku punya pengharapan yang kuat, yang jadiin aku bertahan sampai detik ini (gak tau kedepannya). Aku pernah ada pikiran "nyalahin" Tuhan, dalam hati aku berkata "Tuhan, kok cara untuk jadi orang yang lebih sukses susah banget?" tapi pemikiran itu gak berjalan dengan lama. Kakak ku yang ngingetin aku untuk MENIKMATI SETIAP PROSES dan aku pun tersadar. Bahkan sekarang aku mulai ngerti bahwa Tuhan sendiri punya 3 jawaban untuk segala sesuatunya, yaitu IYA, TUNGGU, dan TIDAK. Aku mulai belajar dari kesalahan-kesalahan aku, misalnya sekarang aku harus lebih sabar dengan segala sesuatu, think twice before doing something, gak boros, lebih fokus, gak mudah putus asa dan nyerah, dan yang terpenting adalah "meyerahkan segalanya kepada Tuhan, dalam iman, pengharapan, dan keyakinan." kita kan manusia, gak bisa nebak masa depan, jadi lebih baik kita bersandar pada Tuhan kan?.
Hampir dua minggu ini aku ngerasa hari-hari ku cuma penuh dengan tangisan, aku ngerasa gak ada damai sejahtera, gak ada sukacita, gak ada canda, dan gak ada senyuman. Aku pikir semuanya palsu, dan dari kepalsuan ini aku mulai membenci satu persatu orang-orang yang ada disekitar ku. Well, kebencian ini timbul karna beberapa faktor yang untuk sekarang masih terlalu susah dijelaskan. Aku bingung mau ngapain selama 2 minggu ini, aku ngerasa "hopeless", seperti gak ada satupun orang yang mau peduli sama aku. Tapi Tuhan hadir disaat aku bener-bener butuh Dia. Yeah, "Between The Tears There Is Always A Hiding Smile" aku mulai tersenyum ditengah-tengah air mata ku dan mulai menatap semuanya dengan sisi positive alasannya "If u always see the problem in a negative side, then u will always find the negative solution. But if u always see the problem in a postive side, then what u find is the positive solution with the new spirit".
Semenjak itu, aku mulai ngerasa 'betterr' mungkin yang tadinya 10,00 sekarang jadi 10,02. Setidaknya aku punya peningkatan, walau gak signifikan. Aku seneng dan berterimakasih buat Tuhan yang sudah ngasih aku kepercayaan untuk ngelewatin ini semua. Dan pada akhirnya aku berharap dalam masalahku selanjutnya aku diberi kekuatan untuk melewatinya, Tuhan gak berjanji akan meredakan badai secara instant tapi Ia berjanji untuk selalu ada disamping kita saat kita melewati badai tersebut. Aku harap melalui tulisan sederhana ini kalian bisa mengambil makna dan hal positive, dan mungkin bisa memberi motivasi dan semngat baru dalam menjalani hari-hari yang penuh warna. Thank u dear
No comments:
Post a Comment