Tuesday, December 6, 2016

Hujan yang Bercerita

Karena setiap hujan yang turun memiliki cerita. Lebih dari apapun yang kurasakan, aku sungguh bersyukur akan turunnya hujan hari ini. Sebuah cerita klasik bercerita ditengah rintiknya hujan diiringi dengan senja tercipta kembali.Rintik hujan bagai denting piano yang menyejukkan, mengukir kembali semua kenangan yang ingin kulupakan"Ada apa dengan diriku?" tanyaku dalam hatikau bagaikan candu yang mengikatku eratkau bagaikan sihir yang mengubahkukau bagaikan air laut yang menghanyutkankuSaatku menatapmu, aku pun sedang bertanya pada diriku "bagaimana aku mampu melupakanmu sedangkan kau adalah candu bagiku"kau tahu, kala kau berbicara padaku, aku tak sanggup mengeluarkan sepatah kata punterkadang aku merasa tidak hidup tidak adil, bagaimana mungkin orang berkata hidup adalah pilihan jika pada akhirnya aku tidak bisa memilihmu?iya mungkin dasarnya sudah begitumungkin aku semacam boneka, dikendalikan, seolah diberi takdir, diberi rasa, padahal juga gak bisa nentuin. Ya aku cuma bisa jalanin aja..It's always been youbagiku. "Yang paling jalan adalah waktu. Apapun yang sudah hilang, sulit temukan jalan pulang"Itupun berlaku atas hadirnya kamu dihidupku bukan?Seringnya. Aku tidak menyadari bahwa apa yang ada, bisa menjadi tak kasat mata dan apa yang tak kasat mata, bisa menjadi sesuatu yang terlupaTunggu, ku ingin tuliskan syair untukmu
"Kepada separuh jiwaku yang aku percaya itu kamu. Kita tahu pasti takdir tak berjanji bahwa jingga kan menepi saat senja, hujan pun tak berjanji akan selalu membawa pelangi. Jadi sekuat apapun kita berusaha memegang janji, pada akhirnya tak ada yang dapat memungkiri, kita hanya berjudi. Berjudi pada sebuah ketidakpastian yang mengharapkan keberuntungan. Namun kepada senyawaku yang aku sebut kamu. Kita bukanlah dua unsur yang tak sengaja bertavrakan bukan. Jadi sejauh apapun kita saling menjauhkan, pada akhirnya kita akan bertemu pada titik yang sepadan bukan?"
Dan semua ini kubiarkan larut dalam genangan air hujan, membawa semua cerita tentang ku, tentang mu dan tentang mereka



With love,

Angie

No comments:

Post a Comment