Hai hai, udah lama nih gak nulis. Aku sibuk UAS dan USEK jadi baru ada waktu :) well sorry lagi karna belum sempet nyeritain tentang gimana aku pindah sekolah dan PKL aku waktu itu but i will do it soon, i promise
Nah, berhubung hari ini lagi ada mood buat nulis jadi aku pengen nulis tapi as usual tulisan kali ini galau-galau gitu deh. Ini tulisan buat ngodein orang (anjay) tapi berhubung yang dikode ga peka2 ya udah aku mending nulis aja, selain itu tulisan ini perfectly related banget sama apa yang aku rasain. Tentang harapan yang hilang dan berbalas dengan kesia-siaan, so hope you guys enjoy it :)
"hai apa kabar?" aku tersenyum sambil mengulurkan tangan berharap ia menyambut uluran tanganku namun kenyataannya semua itu hanyalh mimpi. Iya, aku sedang bermimpi
Sore ini hujan turun kembali, aromanya menyapu indra indra penciumanku.
Kata orang, ketika hujan turun, itu adalah momen yang pas untuk berdiam diri dirumah, entah untuk sekedar tidur atau melakukan aktivitas yang lain dan kata orang hujan juga adalah momen yang pas untuk dijadikan sebagai waktu untuk bernostalgia dengan masa lalu
Dan disinilah saya, berbaring sambil memikiran kamu, pikiran saya berlabuh untuk menjelajah masa lalu dan akhirnya semua tertuju padamu
Ada beribu kenapa dan mengapa yang selalu hinggap dipikiran saya, dan kamu selalu mendominasi pertanyaan itu,
Jujur saja, saya masih bertanya apakah maksud dari konspirasi yang dengan sengaja mempertemukan kita? kalau pada ujungnya harus berpisah.
Sekarang semua terulang kembali,
Entahlah, antara saya yang dengan mudah terbawa perasaan atau kau yang selalu menebar kata-kata manis
Saya sibuk menyalahkan keadaan, padahal sejatinya tidak ada yang salah
Ibarat tanda baca, aku mencintaimu tanpa koma aku ingin menjadi tanda ttik yang menjadi akhir dari seluruh kisah cintamu
Namun, sepertinya, bagimu mencintaiku itu selalu ada koma diantaranya
Ah sudahlah, kata tak mampu ucapkan apa yang kurasa biar air mata yang kini harus bicara
3 bulan sudah aku menunggu semuanya namun hanya berbalas pada kesia-siaan
Untuk kali ini aku memutuskan untuk pergi, mundur perlahan karna kau juga menginginkan aku mundur bukan?
Sudah cukup bagiku memperjuangkan semuanya, sekarang saatnya untuk melepaskan
Berat memang tapi apa daya hati sudah tak kuat menahan lara
Terima kasih untuk luka dan air mata
Saya sudah berusaha untuk mencari dan tetap berharap kini semuanya akan berakhir
Karna yang layak dicari itu yang hilang, bukan yang pergi--apalagi yang sengaja pergi untuk dicari.
Cinta bukan lelucon, kasih
Sincerly,
Angie
Nah, berhubung hari ini lagi ada mood buat nulis jadi aku pengen nulis tapi as usual tulisan kali ini galau-galau gitu deh. Ini tulisan buat ngodein orang (anjay) tapi berhubung yang dikode ga peka2 ya udah aku mending nulis aja, selain itu tulisan ini perfectly related banget sama apa yang aku rasain. Tentang harapan yang hilang dan berbalas dengan kesia-siaan, so hope you guys enjoy it :)
"hai apa kabar?" aku tersenyum sambil mengulurkan tangan berharap ia menyambut uluran tanganku namun kenyataannya semua itu hanyalh mimpi. Iya, aku sedang bermimpi
Sore ini hujan turun kembali, aromanya menyapu indra indra penciumanku.
Kata orang, ketika hujan turun, itu adalah momen yang pas untuk berdiam diri dirumah, entah untuk sekedar tidur atau melakukan aktivitas yang lain dan kata orang hujan juga adalah momen yang pas untuk dijadikan sebagai waktu untuk bernostalgia dengan masa lalu
Dan disinilah saya, berbaring sambil memikiran kamu, pikiran saya berlabuh untuk menjelajah masa lalu dan akhirnya semua tertuju padamu
Ada beribu kenapa dan mengapa yang selalu hinggap dipikiran saya, dan kamu selalu mendominasi pertanyaan itu,
Jujur saja, saya masih bertanya apakah maksud dari konspirasi yang dengan sengaja mempertemukan kita? kalau pada ujungnya harus berpisah.
Sekarang semua terulang kembali,
Entahlah, antara saya yang dengan mudah terbawa perasaan atau kau yang selalu menebar kata-kata manis
Saya sibuk menyalahkan keadaan, padahal sejatinya tidak ada yang salah
Ibarat tanda baca, aku mencintaimu tanpa koma aku ingin menjadi tanda ttik yang menjadi akhir dari seluruh kisah cintamu
Namun, sepertinya, bagimu mencintaiku itu selalu ada koma diantaranya
Ah sudahlah, kata tak mampu ucapkan apa yang kurasa biar air mata yang kini harus bicara
3 bulan sudah aku menunggu semuanya namun hanya berbalas pada kesia-siaan
Untuk kali ini aku memutuskan untuk pergi, mundur perlahan karna kau juga menginginkan aku mundur bukan?
Sudah cukup bagiku memperjuangkan semuanya, sekarang saatnya untuk melepaskan
Berat memang tapi apa daya hati sudah tak kuat menahan lara
Terima kasih untuk luka dan air mata
Saya sudah berusaha untuk mencari dan tetap berharap kini semuanya akan berakhir
Karna yang layak dicari itu yang hilang, bukan yang pergi--apalagi yang sengaja pergi untuk dicari.
Cinta bukan lelucon, kasih
Sincerly,
Angie
No comments:
Post a Comment